Red-Joss.com – Dalam perjalanan menghadiri upacara pernikah keponakan, anak 1 dari adik, saya memperoleh mandat untuk memberi kesaksian mengenai pernikahan.
Hidup menikah adalah komitmen berdua yang mesti dijalani dengan konsisten. Kalau tidak, ya ambyar. Itu pokok kesaksian yang nanti akan saya sampaikan. “Konsisten untuk mau dan mampu hidup dengan cara baru.”
Hidup dengan cara baru itu tidak bisa ditunda. Harus dimulai sekarang juga. Dari yang paling biasa, tapi sudah jadi habit atau kebiasaan.
Nanti malam adalah malam pertama tidur bersama istri.
Jika selama ini kita terbiasa tidur ‘blek-sek’, tanpa doa, maka mulai malam nanti tidak bisa lagi, sebab di sisi kita ada istri yang wajib dijaga hidup rohaninya.
Jika selama ini tak ada hambatan untuk tidur pules sepulesnya, saatnya malam nanti berbagi pules dengan istri.
Jika selama ini tak ada hambatan untuk memenuhi selera pribadi, misalnya merokok atau minum, ya demi istri, harus tahan diri.
Kemampuan diri untuk mengubah habit kedirian demi kebersamaan itu jadi syarat mutlak untuk terbukanya jalan hidup bahagia
Hal yang sama pun harus dilakukan istri demi suaminya.
Kalau tidak, cita-cita hidup “bahagia bersama” di ambang ambyar di awal perjalanan rumah tangga.
Percayalah, selama niat tulus untuk hidup bahagia disandarkan pada kuasa Tuhan, niscaya selalu ada jalan yang Tuhan buka untuk mendapatkannya.
Tetap teguh menjadi lentera sesama.
…
Jlitheng

