RedJoss.com – Membayangkan pensiun di depan mata, hati ini jadi menciut, karena kita tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa untuk menjalaninya.
Ketakutan yang sebenarnya tidak perlu dibayangkan, atau bahkan mungkin terjadi, jika jauh hari kita merencanakan untuk mengantisipasinya. Kita dapat mewujudkan masa paska pensiun yang lebih baik dan menjalani aktivitas hidup bahagia.
Langkah utama untuk mengisi hari paska pensiun adalah kita menyiapkan mental.
Tanpa persiapan mental, kita bakal terserang post power syndrome alias sindrom pasca pensiun. Apalagi, jika kita terbiasa minta dilayani, tiba-tiba kita harus melayani diri sendiri. Kita kaget, terpukul, bahkan bisa stres.
Kita stres, karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengisi waktu panjang. Kita terbiasa hidup nyaman dan minim aktivitas kerja. Jauh berbeda, jika kita terbiasa bekerja, tidak bisa tinggal diam, dan ringan tangan.
Tak ada waktu yang terbuang sia-sia, ketika kita sibuk bekerja. Waktu itu ibarat uang. Aktivitas kerja yang pandat membuat pikiran kita tidak nglangut, dan hidup semakin bermakna.
Selain itu, persiapan mental itu penting agar kita berani menerima kenyataan dan konsekuensinya, karena kita tidak lagi menjalani rutinitas kerja kantoran.
Perencanaan yang matang untuk menghadapi masa pensiun, membuat kita tidak hanya siap mental, tapi, juga menyiapkan rencana masa depan yang baik.
Bagi yang ingin berwira-usaha, kita dapat berdagang sesuai bidang yang berkaitan dengan pekerjaan di kantor, mengembangkan hobi, dan sebagainya.
Bisa juga kita aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan lembaga keagamaan.
Dengan melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan, dijamin masa depan kita setelah pensiun, tidak bakal nglangut, kesepian, dan sia-sia. Dengan bersosialisasi, hidup kita tidak terisolasi dari lingkungan sekitar.
Aktivitas yang positif membuat hidup kita tidak cepat pikun, bermakna, dan bahagia. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

