Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Menciptakan sebuah komunitas iman – Komunitas murid Tuhan Yesus yang saling merindukan.
Sejak awal mula di tengah kesulitan yang dihadapi, para murid Tuhan Yesus itu selalu …
- Berkumpul
- Berdoa
- Memecahkan Roti.
- Dan saling berbagi (Bdk. Kis 4:42-47).
Komunitas mereka telah menunjukkan kesaksian yang nyata sebagai sebuah komunitas iman. Identitas mereka sungguh dikenal sebagai murid-murid Tuhan Yesus, maka kemudian mereka disebut dengan ‘Kristen’ di Anthiokia (Bdk. Kis 11:26).
Sejak itulah kekuatan mereka ada dalam kesatuan iman dan sungguh hidup dengan kasih dalam pelayanan satu sama lain. Ciri-ciri ini terus dipertahankan oleh Gereja dengan 4 sifatnya hingga saat ini, yaitu Gereja yang …
- Satu
- Kudus
- Katolik
- Dan Apostolik
Masing-masing bertanggung-jawab untuk menjaga persaudaraan satu sama lain, seperti dalam Injil.
Jika mereka ada yang bersalah, hendaknya diingatkan, dinasehati, ditegur dengan kasih, didampingi, dan dituntun kembali untuk perbaiki diri dan hidup benar.
Tidak hanya itu, jika ada di antara mereka yang hilang atau tersesat itu harus dicari dan dibawa pulang.
Bagi mereka yang sedih untuk dihibur, yang kesepian untuk dirangkul, dan yang lemah untuk dikuatkan.
Bahkan, disebutkqn dalam Injil, jika kita berdua atau bertiga berdoa bersama dalam nama Tuhan, DIA hadir di tengah-tengah kita. Sehingga elok dan indahnya iman dalam persaudaraan itu.
Bagi orang yang kurang memahami
ada yang menyalahkan kita dengan ungkapan ini, “yuht bōng yuht mòhng”, artinya “The more you help, the busier I get.”
Semakin banyak membantu, kita kian sibuk. Karena kita kehilangan
banyak waktu, tenaga, dan juga materi.
Kita kehilangan banyak hal yang tidak diperhitungkan itu benar. Tapi pelayanan yang didasari kasih itu berbuah bahagia.
Sesungguhnya, dengan mengasihi sesama itu setiap pribadi merasa diterima, menemukan kasih, berjalan seiring sejalan, dan diikat dalam semangat persaudaraan kasih Tuhan.
Mari kita ciptakan komunitas-komunitas murid Tuhan Yesus seperti ini, di mana pun kita berada. Dengan melakukan itu, semangat Kekristenan kita akan memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia.
Setiap komunitas murid Tuhan Yesus akan menjadi “oase rohani” tempat menimba kekuatan dan meneguk kesegaran. Sehingga hidup kita dari hari ke hari jadi baik dan semakin baik lagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

