Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ingatlah Tuhan, Engkau membutuhkan saya, sama seperti saya, membutuhkan Engkau.”
(Anthony de Mello, SJ)
…
Pernahkah Anda mendengar sebuah himbauan, bahwa berdoa adalah sebentuk komunikasi dua arah antara Anda dengan Tuhan?
Berdoa: Komunikasi Dua Arah
Secara tradisi, pernyataan, bahwa proses berdoa adalah sebentuk komunikasi antara seorang dengan Tuhan, tentu dapat disepakati dan diterima oleh semua orang.
Ketika Anda sedang melantunkan sepenggal doa, sesungguhnya Anda sedang mengomunikasikan isi hati Anda kepada Tuhan.
Jadi, sungguh riil, bahwa dalam proses berdoa, Anda mengirimkan isi doa Anda kepada Tuhan. Dalam konteks ini, Anda bertindak selaku pengirim doa dan Tuhan bertindak sebagai penerima doa.
Tuhan dan Saya
(Kita membutuhkan satu sama lain)
Seorang mistikus beragama Yahudi memiliki cara ampuh untuk berdoa kepada Tuhan. Dia berkata :
“Ingatlah, Tuhan, Engkau membutuhkan saya, sama seperti saya membutuhkan Engkau.”
“Jikalau Engkau tidak ada, kepada siapa saya harus berdoa?”
“Jikalau saya tidak ada, siapa yang akan berdoa?”
(Anthony de Mello, SJ)
Doa dan Berdoa
Doa, sebuah kata benda dan berdoa, sebuah kata kerja aktif (verba). Sebuah kata nan ‘magis’, karena di dalamnya mengandung suatu tindakan spesial, yakni sebentuk komunikasi iman dengan Tuhan.
Berdoa: Nafas Hidup
Jikalau aktivitas berdoa itu bagaikan sebuah tarikan dan hembusan nafas hidup, maka bagaimanakah nasib hidup saya, jikalau ternyata saya jarang atau bahkan tidak pernah berdoa?
Ya, sungguh aktivitas berdoa itu adalah sebuah rutinitas personal yang erat berkaitan dengan iman dan keyakinan seorang kepada Tuhan.
Bukankah aktivitas berdoa adalah sebentuk cara untuk mengekspresikan isi iman dan keyakinan?
Semoga lewat himbauan dan amanat dalam tulisan ini, spirit untuk rajin berdoa pun dibangkitkan kembali di dalam kesadaran kita.
“Berdoalah kamu senantiasa, karena sekalipun imanmu kuat, tapi dagingmu lemah.”
(Yesus Kristus).
“Ora et Labora!“
…
Kediri,ย 6ย Novemberย 2024

