Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | “Biarkan hatimu menjadi kompasmu, pikiranmu petamu, jiwamu pemandumu, dan kau tidak akan pernah tersesat.”
(Ritu Ghatoirey)
Pribadi sang manusia berintegritas, akan selalu bertanya:
“Apa tujuan hidupmu?”
“Apa visi, misi, serta prinsip hidupmu?”
Mengapa demikian? Ya, itu sebuah pertanyaan paling ideal, sebelum Anda memulai menjalani hidup dan kehidupan ini. Karena hal itu, sebagai penentu arah hidup.
Bagaimana Anda bisa berlangkah dan ke mana Anda akan berlangkah, jika Anda belum mengetahui dengan pasti, ke mana arah serta tujuan hidupmu.
Kompas Hidup, adalah sang pioner sejati. Sang penunjuk jitu arah hidupmu. Rangkul serta ikutilah langkahnya!
Sahabat sejalan dan setujuan! Hari ini, kita diajak untuk sejenak merenung refleksikan makna sejati sang โkompasโ bagi hidup kita di persimpangan jalan ini.
Vincent Willem Van Gogh (1853-1890), sang pelukis masyur asal Belanda, pernah berujar, “Hati nuranimu adalah kompasmu!”
Ya, hati nurani kita adalah kompas kehidupan kita. Jadi, ketersesatan serta keterasingan (aleanasi), kita di dalam hidup ini adalah pratanda, bahwa sejatinya, kita sedang menjalankan hidup tanpa pedoman.
Maka, segeralah kembali untuk menemukan pedoman hidup kita!
Kediri, 4 Juli 2023

