Pernah, tahun 2000, saya mendapat predikat: “A man of his words” dari perusahaan. Saat itu saya tidak paham artinya dan tidak terlalu terpengaruh, tapi saya sungguh menikmati buahnya. Saya boleh mengikuti training ke luar sesuai minat saya.
Barulah saya paham artinya oleh dampak wafat Paus Fransiscus. Dalam berbagai ungkapan yang beragam, hampir semua tokoh dunia menunjuk poin yang sama “He is completely a man of his words.” Seluruh aktivitas hidupnya adalah manifestasi pikiran, hati, dan kata-katanya.
Bukan hanya orang Katolik, semua orang saya percaya tidak keberatan untuk mengatakan, bahwa Paus Fransiskus adalah “a man of his words.”
Pemimpin yang lebih banyak berkata lewat pengabdian totalnya, terutama untuk yang kecil dan terpinggir. Ia membelanya dengan sungguh, yang antara lain muncul dalam pernyataan tersohor “who am I to judge?”
Salam sehat.
Jlitheng

