Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Semper Fidelis”
(Adagium Latin)
Senantiasa Setia
“Semper Fidelis,” sebuah idiom berbahasa Latin, yang bermakna, “Senantiasa setia.” Karena kesetiaan (fidelity) adalah sebuah sikap batin yang akan terekspresi lewat sikap dan perilaku hidup seorang anak manusia.
Kisah Sebatang Pohon
Seorang petani menanam sebatang pohon. Pohon itu bertumbuh sehat, rimbun, dan tampak menghijau.
Di suatu hari, bertiuplah badai yang sangat dasyat. Ternyata pohon itu tetap berdiri kokoh dan tidak tergoyahkan.
Menyaksikan keadaan itu, bertanyalah petani itu kepada pohon, “Apakah misteri dari kekuatanmu, sehingga badai dasyat tidak sanggup menggoyahkanmu?”
“Ya, karena akar-akarku tertanam sangat kuat dan dalam, itulah misteri dari kekuatanku.”
(Dari Berbagai Sumber)
Sebatang Pohon yang Kokoh Simbol Kesetiaan
Bukankah kita ini laksana pohon-pohon yang sedang bertumbuh subur di jagad hidup ini? Fakta hidup kita telah membuktikan, bahwa sungguh, sangatlah penting, jika akar kehidupan kita tertanam sangat dalam? Sehingga tatkala dihadang badai pun pohon-pohon itu akan tetap berdiri kokoh?
Pohon yang kokoh, karena tertanam dalam, menyimbolkan ‘sikap kesetiaan’ manusia yang tidak tergoyahkan kala dihadang permasalahan hidup.
Kita sungguh sangat membutuhkan pribadi-pribadi yang berakar kuat dan tertanam dalam, di dalam arena kehidupan ini. Karena bukankah di setiap waktu, kita sangat sering dihadang oleh bala bencana? Namun fakta hidup telah membuktikan, bahwa mereka yang berpribadi kokoh dan teguh, justru tidak tergoyahkan tatkala dihadang badai kehidupan, bukan?
Itulah gambaran riil dari kokohnya ‘sosok-sosok pribadi yang sangat setia’ di dalam arena kehidupan ini. Kesetiaan mereka justru telah mengantarkan mereka jadi sosok-sosok pribadi yang tak tergoyahkan.
Kita, Jenis Pohon yang Mana?
Bagaimanakah sikap dan kondisi riil dari pohon-pohon jati diri kita, Anda dan saya?
Sanggup dan setiakah kita untuk tetap kokoh berdiri, kala dihadang badai dasyat, berupa godaan hidup?
Tentu, semuanya itu sangat bergantung dari dalamnya akar-akar kesetiaan kita.
“Jadi, Aku dan Engkau, tergolong jenis pohon yang mana?”
Kediri, 30 Agustus 2025

