Red-Joss.com | Perasaan jenuh itu ibarat kita diam di dalam rumah yang tertutup rapat, panas, sumpek, dan ngap.
Untuk melepas perasaan jenuh, karena beban pikiran dan hati yang berat itu, kita dapat mencoba banyak cara. Di antaranya, kita mendengarkan alunan musik yang lembut, melihat tanaman yang menghijau segar, atau jalan-jalan ‘refreshing’.
Jika cara itu tidak memberi hasil yang signifikan dan perasaan kita tetap jenuh, kita dapat mencoba cara lain, yaitu mendekatkan diri pada Allah di dalam keheningan batin, baik lewat sembayang atau meditasi.
Kita bertanya pada diri sendiri untuk menelusuri sebab yang membuat perasaan kita jadi jenuh.
Dengan membuka hati, berarti kita membiarkan udara segar dan air yang jernih mengaliri jiwa, sehingga perasaan kita jadi nyaman, tenang, dan damai.
Dengan mendekat pada Allah, kita tidak harus mencari pelarian pada hal-hal negatif atau kenikmatan daging.
Dengan mendekat pada Allah, kita melepas egoisan, kesombongan, dan hal negatif lainnya. Kita dimampukan melihat kelemahan dan kekurangan sendiri. Hati kita diteguhkan untuk mengurai akar masalah, dan terbebas dari perasaan jenuh yang menyiksa jiwa.
Dengan mengandalkan Allah, kita membuka ventilasi jiwa agar hidup kita diubah-Nya jadi baik, dan lebih baik lagi.
Hidup bermakna bagi sesama, dan berkenan bagi kemuliaan Allah.
…
Mas Redjo

