“Klaim tanpa bukti boleh, bisa ditolak tanpa bukti.” -NN
Orang boleh bicara keras, tapi tanpa bukti semua itu cuma omong kosong. Masalahnya sederhana, banyak orang takut bertanya buktinya mana. Akhirnya mereka diam, lalu percaya saja dan dari situ orang jadi makin gampang dibohongi. Inilah hukum hitchens; klaim tanpa bukti boleh, kita tolak tanpa bukti. Sesederhana itu.
Contoh sederhana seorang influencer bilang cara ini bikin kita sukses seminggu. Tanpa data dan tanpa transparansi, tapi banyak yang percaya hanya, karena suaranya terdengar yakin. Jadi yang harus dilakukan adalah biasakan bertanya satu hal sederhana. Apa buktinya? Skeptis bukan berarti sinis. Itu tanda kita berpikir, karena di dunia yang penuh klaim logika adalah tameng terbaikmu.
Jika semua menuntut bukti, apa bukti iman? Meski salah satu unsur kuat dalam iman itu misteri, tapi iman selalu disertai bukti. Tuhan tidak hanya janji, tapi Tuhan selalu penuhi janji-Nya dengan bukti. Iman Abraham, Ishak, Yakub, Musa sampai kita yang beriman sekarang. Tuhan tetap memberikan bukti. Bukti ada, bukti nyata, tapi mata kita buta. Ini bukan soal logika, tapi soal peka dan rasa.
Mari kita asah kepekaan batin, olah ketajaman hati dan rasa, kejernihan berpikir dan logika agar mata terbuka melihat tangan Tuhan bekerja dan mujizat Tuhan terjadi dan ada.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

