“What seems to us as bitter trials are often blessing in disguise.”
Rio.scj
…
| Red-Joss.com | Selalu bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Allah. Meski, terkadang kepahitan dan kegetiran hidup ini jadi alasan untuk menilai, bahwa hidup ini penuh kesialan.
Sesungguhnya dalam hidup ini ada saatnya kita yang menentukan, apakah kita orang yang beruntung atau sial. Baik yang kita simpulkan atau yang kita rasakan itulah yang menunjukan seberapa kita beruntung atau sial.
Apakah kamu merasa dalam hidupmu penuh dengan mujizat, penuh dengan rejeki, dan penuh dengan berkat? Atau sebaliknya selalu merasa tak pernah puas dan cukup, selalu kurang … kurang … dan kurang.
Sesungguhnya hidup itu penuh dengan keajaiban, keindahan, dan penuh dengan mujizat. Jika kita menjalaninya dengan 3 S: “Senyuman, Sukacita dan Syukur.” Kalau toh kita harus menderita, yakinlah bahwa itu adalah bagian dari rencana-Nya.
Kadang apa yang sekarang kita anggap sebagai penderitaan dan kepahitan dan tidak mudah kita terima. Menjadi berkat saat kita tahu rencana indah-Nya. Lalu dengan bangga kita ceritakan. Karena tak ada seorang pun yang mengasihi Tuhan merupakan sebuah bencana dan sebuah kesia-siaan. Sebaliknya keajaiban-Nya, mujizat-Nya, berkat-Nya, dan keselamatan-Nya nyata dianugrahkan bagi kita yang percaya kepada Tuhan.
Katakanlah dalam hati ini, “Terima kasih Tuhan, kita adalah orang yang sangat beruntung.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, SCJ
…
Foto ilustrasi: Istimewa

