Red-Joss.com | Bulan Maret tahun ini kita disatukan dengan bersama Ma(tiraga), Re(resik), dan T(irakat). Di atas 90% rakyat Indonesia pada bulan ini melakukan bersih-bersih diri: spiritual, nalar, hati dan laku.
Sejak 3 minggu yang lalu umat Katolik menjalani Puasa “Pra Paska”, dengan pantang dan puasa selama 40 hari lamanya. Tindakan kontemplasi batin untuk menyambut Hari Raya Paska.
Tujuan utamanya adalah makin mendekat kepada Allah, makin berdaya tahan, makin berdaya pikat dan makin melayani sesama.
Pada Hari ini, Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi: “Rahajeng Rahina Nyepi Warsa Anyar Saka 1945” (Selamat Hari Raya Nyepi Th Baru Saka 1945).
Kompas menjelaskan, bahwa Nyepi adalah kontemplasi dalam gua hati. Kontemplasi dalam hati yang mendalam membuahkan ketentraman dan kedamaian hidup. Orang yang berdamai dan tentram dengan diri sendiri, ia akan mampu melihat sekitarnya dengan baik.
Nyepi berasal dari sepi yang artinya sunyi, senyap, dan tidak ada kegiatan, yakni ‘amati karya’ (tidak bekerja), ‘amati lelungan’ (tidak pergi), ‘amati geni’ (tidak nyalakan api), dan ‘amati lelanguan’ (tidak bersenang-senang).
Tujuan utamanya adalah mohon Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sanghyang Widhi Wasa, menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).
Pada esok harinya dibuka dengan takbir sore ini, para sahabat moslem mengawali puasa mereka selama bulan Ramadhan. Puasa, dalam bahasa Arab: ‘shaum’, berarti menahan segala sesuatu, seperti tidur, bicara, makan minum, dan menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan Allah.
Tujuan utamanya adalah menjaga jiwa dari perbuatan dosa dan hawa nafsu, serta membersihkan diri dari berbagai macam perilaku tercela, agar ada waktunya kembali fitri lagi.
Tak berlebihan, kalau saya katakan, bangsa Indonesia sungguh dicintai oleh Allah Yang Esa. Tugas kita semua, apa pun agamanya, menjaga kesatuan dan kedamaian negeri ini. Jauhkanlah kami dari permusuhan dan perpecahan. Sebaliknya, marilah kita hidup ‘saiyek saeko kapti’. NKRI harga mati.
Semoga getaran doa dan puasa kita menggerakkan hati Allah untuk menjaga NKRI dari segala bahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

