“Memagari diri sendiri itu lebih aman dan bijaksana, sebelum hidup kita dipagari si Jahat.” -Mas Redjo
Saya tidak mau peristiwa pagar laut itu terulang dan terjadi dalam hidup saya.
Saya tidak mau diatur, dikendalikan, dan apalagi dikuasai orang lain demi rente. Saya bekerja dengan mentaati peraturan, tatib, dan tidak menyimpang dari hati nurani.
Sejatinya saya adalah Bos atas hidup sendiri!
Saya memagari diri sendiri itu, karena saya tidak ingin dicemari dan dipengaruhi si Jahat. Baik lewat pikiran, perkataan, maupun perilaku hidup keseharian.
Dengan memohon berkat Tuhan agar saya dilimpahi semangat hidup rendah hati dan bijaksana.
Saya belajar untuk mengendalikan diri dengan berpikir fokus kepada hal-hal baik dan positif. Sehingga pikiran ini jernih. Sedang hal buruk dan negatif yang saya dengar atau lihat itu langsung saya ‘delete’.
Dengan menjaga pikiran ini tetap jernih dan yang ke luar dari mulut atau perilaku saya itu jadi sinkron. Tidak abu-abu atau kamuflase, tapi asali dari kemurnian hati.
Dengan memagari pikiran ini dan memfilter hal yang baik dan positif, hati saya tidak dicemari si Jahat. Hidup saya jadi tenang, damai, dan berlimpah sukacita.
Selalu memohon penyertaan, bimbingan, dan terang Roh Kudus agar hidup kita jadi benderang. Hidup bermakna, karena kita milik-Nya!
Mas Redjo

