Sebuah kisah hebat tentang perjuangan keluarga pemulung yang terdiri dari seorang Nenek, Ibu muda dan ketiga anaknya. Ketika singgah ke rumah untuk mengambil botol-botol dan kardus bekas yang telah kami kumpulkan.
“Terima kasih, Opa.”
Kisah hidup mereka menunjukkan daya tahan, ketabahan dan semangat untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit. Tiap pagi, dalam perjalanan memulung, terlebih dulu mereka antar salah satu anak dengan seragam putih merah ke sekolah, dan jam 13.00 dijemput, untuk bergabung ikut memulung .
Keluarga pemulung ini seolah ingin berkata: “Penyesalan pada masa lalu itu takkan mengubah yang sudah lewat, dan berlarut-larut di dalamnya hanya menghambat langkah.”
Tatapan mata mereka ‘hic et nunc’, di sini dan kini. Pada tindak nyata, walau hanya memulung.
Doakan kami ya, Opa agar tabah menjalani hidup yang sulit ini, tanpa berharap belas kasih yang berlebihan. Kami hanya butuh botol dan kardus bekas, koq.
Salam sehat.
Jlitheng

