Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jika sungguh-sungguh ada kemauan yang membara, maka selalu saja akan terbentang sebuah jalan.”
(Idiom Motivasi Hidup)
Idiom yang Memotivasi
(1) “Jika ada sebuah kemauan yang sungguh membara, maka akan ada pula sebuah jalan yang luas terbentang.”
(2) “Ada banyak jalan menuju ke kota abadi, Roma.”
Saya telah mengawali tulisan inspiratif ini dengan menampilkan ‘dua buah idiom’ dan semoga sanggup menggairahkan nurani Anda.
Jika kita mau berpikir dan berefleksi, ternyata dalam hidup ini, tidak sedikit terdapat kisah hidup dan perjuangan seseorang yang sekalipun cacat secara fisik, namun berkat kemauan, keuletan, dan sikap konsisten, maka si cacat itu, akhirnya nama serta prestasinya, justru kian menjulang. Di sana, di balik aneka usaha dan daya juang yang sungguh keras, maka akan lahirlah sebuah prestasi yang juga spektakuler. Jadi, sebuah keajaiban itu datang dari sebuah kemauan dan kerja keras.
Demosthenes dan Kisah Heroiknya
Kisah inspiratif ini bertolak dari sebuah Legende dari negeri Yunani Kuno. Negeri impian, tempat lahirnya aneka kisah inspiratif dan heroik yang sudah sangat dikenal secara mondial.
Konon di sana hiduplah seorang pria ideal yang sudah sangat terobsesi untuk jadi seorang orator dunia. Sebuah cita-cita yang terus diperjuangkannya lewat aneka cara spektakuler. Mengapa? Ia sungguh sadar, bahwa dirinya selalu gugup dan artikulasinya tidak jelas saat ia berbicara.
Apa saja aneka upaya spektakuler yang telah digumulinya? Inilah ketiga buah metode unik yang pernah dilakukannya!
- Demosthenes telah berlatih dengan kerikil di dalam mulutnya.
Lewat cara yang unik dan terkesan aneh ini, ia memasukan batu-batu kerikil ke dalam mulutnya. Tujuannya agar lidahnya jadi kian lentur. Karena ia sungguh sadar, bahwa artikulasinya memang tidak jelas saat berbicara.
- Demosthenes telah berlatih di depan sebuah cermin.
Lewat cara unik ini, ia l bertujuan untuk mencermati, bagaimana ekspresi mimik wajah dan gesture tubuhnya di saat ia berbicara.
- Demosthenes telah berlatih berdiri di tepi pantai.
Lewat cara yang sangat spektakuler ini, ia bertujuan, agar dapat meningkatkan volume suaranya demi mengatasi kerasnya bunyi ombak.
Bukankah ketiga metode unik ini, kini justru sudah sangat mendunia?
Pertanyaan Reflektif, Retoris, dan Kritis
Spa “kesan dan pandangan Anda” setelah mencermati kisah heroik dari sang orator mondial ini?
Apakah kisah yang paling spektakuler ini, “sanggup menginspirasi dan memotivasi Anda” demi juga mau meningkatkan dan mengembangkan bakat serta minat Anda?
Refleksi
Bukankah Guru Kebijaksaan telah mengajarkan kita, bahwa sebuah ‘minat atau pun bakat’ itu adalah sebuah anugerah?
Bukankah anugerah itu adalah sebuah ‘gratia dei,’ ‘rahmat cuma-cuna dari Tuhan’ sebagai kharisma yang sifatnya sungguh spesial, hanya untuk Anda seorang?
“Baik sekali, hai hamba-Ku yang setia, karena engkau telah setia dalam perkara kecil, maka perkara besar pun akan diberikan kepadamu!
(Sabda Sang Guru Ilahi)
Kediri, 25 September 2025

