“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat 1: 20b).
Bayangkan ada seorang pria yang bertunangan dengan seorang wanita dan sudah merencanakan masa depan bersama. Tiba-tiba wanita itu memberi tahu pria itu, bahwa dia hamil. Anak itu jelas bukan anak pria itu. Apa yang akan dilakukan pria itu?
Yosef mengalami pergumulan itu, ketika Maria, tunangannya hamil, tapi bukan karena Yosef. Ia adalah orang yang tulus. Ia berencana untuk membatalkan pertunangan itu secara diam-diam. Tujuannya supaya tidak mempermalukan Maria.
Dalam pergumulannya itu, Tuhan berbicara kepada Yosef dalam mimpi. Ia terbuka terhadap kehendak Allah. Akhirnya, ia taat dengan mengambil Maria sebagai istrinya. Ia menerima Tuhan Yesus sebagai anaknya. Meskipun demikian, hidupnya tidak jadi mudah. Ia harus melindungi Tuhan Yesus dan Bunda Maria dari kejaran Herodes yang kejam. Meskipun tidak tampil dengan banyak kata, tapi perbuatannya jadi teladan, bagaimana jadi seorang suami, Ayah yang baik, dan tulus hati.
Santo Yosef, doakanlah kami supaya berani dan setia melakukan kehendak Allah, meskipun harus menghadapi aneka persoalan.
Rm. Klimakus de Jesu, CSE
Rabu, 19 Maret 2025
2 Sam 7: 4-5.12-14.16 Mzm 89: 2-5.27.29; Rm 4: 13.16-18.22 Mat 1: 16.18-21.24 atau Luk 2: 41-51
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

