Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | Pertanyaan berikut ini, ternyata pernah diajukan.
“Sesudah itu, lalu apa?”
Ternyata, sudah ada seseorang yang pernah mencoba menjawab,
“Lalu, … lalu..!”
Akan ada ketukan pada daun pintu terakhir di dalam hidupmu. Hanya, entah kapan dan bilamana ketukan itu akan terdengar pada daun pintu kehidupanmu.
Ada cerita kuno dari Arab. Kala itu, sang pemimpin pasukan perang tengah bersantai di kemahnya.
Tiba-tiba di hadapannya, berdiri gagah sang pria muda berjubah hitam.
“Siapakah kamu?”
“Oh aku, aku sang malaikat maut.”
“Apa yang kau inginkan dari aku?”
“Aku ingin mengabarkan, hari kematianmu telah tiba. Bersiaplah, besok saat matahari terbenam, aku akan menjemputmu.”
Betapa ia terperanjat dan sungguh, inilah suasana paling mencekam di dalam hidupnya.
Pikirnya, bagaimana caranya, agar aku dapat meloloskan dari dari cengkeraman kuku-kuku tangan licik sang malaikat maut?
Segera ia naiki unta dan berlarian entah ke mana. Sepanjang hari ngenas itu, ia berlari tak tahu arah.
Menjelang senja, ia pun teringat akan janji sang malaikat maut. Maka, ia pun beristirahat di bawah rerimbunan sebatang pohon palem.
Alangkah kagetnya ia, karena ternyata, sang malaikat maut itu telah mematung di hadapannya.
“Aku heran, mengapa kamu kabur dari tendamu, sehingga aku pun mengejarmu. Sekarang, mari kita pulang,” kata malaikat maut.
Saudaraku, Anda dan saya mungkin sudah mencoba untuk mau mengerti, mengapa sang manusia selalu sulit untuk menyahuti pertanyaan, “setelah itu, lalu apa?”
Ternyata Saudara, sudah sangat sering kita hadiri acara kematian. Mungkin, terselip juga pertanyaan, ‘kapan, giliran saya?’
‘Hodie mihi, crass tibi’ ‘hari ini saya, besok giliran engkau!’
Kematian, adalah sahabat terbaik kita. Tidak pernah ada kehidupan tanpa berakhir kematian. ‘Barang siapa pernah dilahirkan ke atas bumi, ia pun siap untuk menghadapi kematian’.
Saudaraku, “Bukankah, kematian adalah keuntungan, karena hanya lewat proses kematian, kita akan berjumpa dengan Tuhan, Sang Sumber Kehidupan.”
‘Sendengkan dedaun telingamu, agar engkau pun dapat mendengarkan ketukan terakhir pada daun pintumu!’
…
Kediri, 28 Maret 2023

