| Red-Joss.com | Saat hatiku terkunci, Engkau datang untuk mengetuk. Sebab, saat orang lain yang mengetuk, aku kadang tidak percaya, dan meragukannya.
Saat pintu hatiku tertutup, Engkau datang tepat pada waktunya. Saat itu aku sungguh merindukan-Mu. Ketika yang datang itu orang lain, aku tidak mempedulikannya. Kadang aku menyepelekannya.
Saat aku sedang sendirian, Engkau datang mengunjungi. Sebab, Engkau tahu tentang pergumulanku. Sedang mereka yang datang itu tidak memahami pergumulanku. Aku menjadi tidak hangat, sebaliknya sikapku kaku dan dingin terhadap mereka.
Saat ini Tuhan, pintu hati kubuka untuk-Mu. Yang kurasakan adalah kasih-Mu. Aku bersiap untuk berdoa, karena percaya. Lewat doa itu kurasakan ada kuasa, kekuatan, damai, jalan ke luar, dan ada mukjizat yang Engkau berikan.
Kedatangan-Mu, Tuhan mengobati kerinduanku. Setelah Engkau meyakinkanku, aku mampu membuka pintu hatiku untuk orang lain. Sebab, lewat orang lain pula Engkau hadir, tapi aku tidak peka.
Besok pagi adalah hari yang baru. Semoga hatiku jadi lebih peka dari hari ini. Hidup untuk selalu perbarui sikap hati agar jadi makin baik. Hidup berkenan bagi-Mu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

