| Red-Joss.com | Ketika seorang ketua, baik itu rukun tetangga atau lingkungan, ingin mundur dari jabatan, karena lelah, merasa berjuang sendiri dan ditinggalkan.
Pengalaman itu mungkin mirip dengan nestapa Getsemani, Guru yang ditinggal oleh murid-murid-Nya. Guru yang dicerca dan dihina, direndahkan dan dimahkotai duri.
Sangat manusiawi, dapat dipahami, dan dapat terjadi pada siapa saja, pada jabatan ketua atau fungsi apa pun juga
Akan tetapi, inilah sikap yang membuat Sang Guru berbeda dengan tokoh kebanyakan itu:
”Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
Vox Populi Vox Dei. Suara atau kepentingan rakyat yang harus dijadikan pegangan dalam layanan. Sehingga kekuatannya untuk bertahan akan selalu didapatkan, selama hati ini untuk dan berada bersama rakyat.
Ketika Rakyat merasakan kehadiran Sang Ketua yang memayungi, bukan soal raga, tetapi hatinya, niscaya rakyat akan tergerak untuk menjadi payung, ketika Ketua itu membutuhkan. Percayalah!
Salam sehat dan tetap semangat berbagi berkat.
…
Jlitheng
Foto Ilustrasi: Istimewa

