| Red-Joss.com | Bagaimana dengan kondisi kita sekarang ini, saat Tuhan datang mengunjungi?
Siap atau tidak siap, sedang sedih atau gembira, dan sedang lemah atau kuat imannya.
Ketika Tuhan datang mengunjungi, Dia melihat kita dengan mata hati-Nya. Mendengarkan kita dengan telinga hati-Nya. Sehingga apa pun yang sedang terjadi pada kita saat ini, diketahui-Nya. Karena Tuhan melihat hati.
Sesungguhnya, kita siap atau tidak, sedang sedih atau gembira, dan lemah iman atau kuat iman. Tuhan ada untuk melihat dan mendengarkan kita!
Dia sudah terikat pada kita. Hati dan cinta-Nya hanya untuk kita. Itulah sebabnya, saat dia melihat seorang janda dari Nain yang sedang bersedih, karena anaknya meninggal, Dia berkata, “Jangan menangis.”
Ketika menangis terus-menerus, berarti persoalan itu tidak bisa segera diselesaikan, energi dan waktu habis untuk bersedih, dan kita larut dalam kesedihan. Lalu, kapan tidak mempunyai niat untuk bangkit dan menyelesaikan persoalan itu?
Ada pula orang yang mengatakan, bahkan, ketika kita tidak bisa menangis lagi, berarti kita mati rasa, karena yang ada itu hanya luka-luka. Luka itu teramat dalam, perih dan sakit sekali. Air mata terkuras habis, dan bahagia itu telah pudar.
Sesungguhnya, semua itu jadi baik, ketika kita menyadari kunjungan Tuhan dalam hidup kita.
Jika kita sedang menangis, saat Dia datang, menangislah, karena Dia datang untuk kita. Dia melihat kesedihan dan beratnya beban hidup kita.
Dia datang untuk mengatakan kepada kita, “jangan menangis.” Tujuan-Nya agar kita segera bangkit, seperti dia membangkitkan anak janda itu.
Sedih dan menangis itu boleh, asal kita tidak lupa untuk bangkit kembali.
Tuhan melihat keseluruhan hidup kita, karena Dia melihat hati.
Tuhan menghapus air mata, menghibur, menguatkan, mengangkat luka-luka itu, dan menyeembuhkan kita.
Kasih Allah sembuhkan segala luka jiwa, karena Dia sungguh mengasihi kita.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

