Luk. 1: 57-66
“Tangan Tuhan memang tidak terlihat, tapi pegangannya tetap terasa di saat hati sedang galau, pikiran sedang kacau, dan badai hidup semakin bergejolak. Dalam keadaan apa pun engkau saat ini dan di masa yang akan datang, jangan pernah meninggalkan Tuhanmu, karena pasti Ia akan besertamu ke mana engkau pergi dan di mana pun engkau berada.”
Di saat seharusnya ada tawa dan canda, di saat sepantasnya ada syukur dan pujian, namun suara Zakharia tetap tidak terdengar. Ia tetap diam membisu akibat ketidakpercayaannya. Meskipun demikian, ia tetap percaya, bahwa tangan Tuhan pasti tetap memeluk erat dia dalam kelemahan, kerapuhan, bahkan di saat ia diselimuti dosa dan kesalahan.
Zakharia tetap percaya, bahwa “Sebab tangan Tuhan menyertai dia” (ayat 66). Inilah iman, keyakinannya akan penyertaan Tuhan yang sempurna di balik ketidaksetiaannya.
Pagi ini kisah Zakharia mengingatkan kita semua untuk:
1) Tetap percaya, bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat waktunya;
2) Menanti dalam diam, tapi penuh keyakinan akan kuat kuasa-Nya adalah ungkapan iman;
Akhirnya dalam keadaan seburuk apa pun Anda saat ini, entah sakit atau derita, kekecewaan atau kegagalan, sedih atau galau, putus asa atau kehilangan harapan, tapi percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah pernah melepaskan genggaman tangan-Nya pada tanganmu. Berikan tanganmu dipegang oleh-Nya, maka engkau tidak akan terlepas, meskipun badai menerpah dirimu.
Ingat, bahwa persiapan makanan, pakaian dan pernik-pernik Natal itu bagus, tapi jangan lupa menyiapkan hati menjadi palungan yang bersih untuk Sang Penyelamatmu.
Monsignor RD Inno Ngutra

