Jam 12.00 malam, setelah saya selesai menyusun draft syllabus (rpkps), ada rasa lelah yang amat sangat.
Saya mempunyai kebiasaan, jika ada rasa lelah (pikiran dan hati) tidak langsung pergi tidur. Tapi menyendiri, entah masuk kamar lain atau berdiri di pojok rumah, seperti yang kulakukan malam ini.
Sejak saya kenal lagu: Tuhan Engkaulah Gembalaku, setiap saya ada lelah, pikiran atau hati, saya pasti rengeng-rengeng (bersenandung) lagu itu. Syairnya bagus dan melodinya enak di hati. Membawa dampak yang menenangkan.
Tuhan adalah gembalaku
Takkan kekurangan aku
Dia membaringkan aku
Di padang yang berumput hijau
Dia membimbingku
Ke air yang tenang
Dia menyegarkan jiwaku
Dia menuntunku
Ke jalan yang benar
Oleh karena nama-Nya
Sekalipun aku berjalan
Dalam lembah kekelaman.
Kebiasaan ini saya warisi dari almarhum Bapakku. Jika Bapak ‘uro-uro’ di luar rumah, tanda hatinya gelisah. Rupanya itulah ventilasinya. ‘Cara ngudari roso’.
Sumber inspirasi Maz 23: 1-6.
Lelah adalah manusiawai. Carilah ventilasi yang Anda sukai. Namun, yang lebih baik, jika lelah carilah Allah, dan bukan ‘allah-allah’ lain. Percayalah, hati ini akan kembali tenang.
Salam sehat dan tak lelah berbagi terang.
Jlitheng

