| Red-Joss.com | Di saat dihadapkan untuk memilih itu tidak mudah, ketika kita banyak pertimbangan, dan bimbang.
Sebaliknya, ketika kita berani untuk melepas ego dan prasangka, Allah memberikan yang baik. Karena kita percaya kasih karunia-Nya.
Sesungguhnya, bertanya pada nurani sendiri itu resep jitu di saat saya alami kebimbangan untuk memilih dan memutuskan. Lebih istimewa lagi, ketika pilihan itu demi masa depan untuk merajut hidup berumah tangga.
Pilihan dan keputusan saya untuk memilih gadis yang beda agama itu sudah bulat. Bukan karena tidak ada gadis yang seiman. Melainkan ia sederhana, tapi menawan. Ia bukan anak orang kaya, tapi murah hati. Faktor utama dan penting, adalah saya merasa cocok dan sreg dengannya.
Ternyata pilihan yang disertai doa itu sungguh tepat dan jitu.
Gadis itu menatapku penuh cinta, saat saya langsung melamarnya. Ia tidak ragu atau bimbang.
“Jadi saya harus mengikuti dan pindah …,” suaranya bergetar.
“Ya, aku percaya padamu!” kata saya sambil menggenggam tangannya.
Pilihan dan kepercayaan saya pada gadis itu sungguh tepat. Terbukti ia tahan uji, ketika saya melamarnya di hadapan keluarga besarnya.
“Saya mohon maaf pada Ibu dan Bapak, jika pilihan saya kurang berkenan. Tapi izinkan saya untuk memutuskan masa depan saya. Karena saya yang menjalaninya.”
Kata-katanya sederhana, tapi tepat sasaran, dan menghunjam ke hati.
Orangtua dan saudaranya yang semula tidak setuju itu akhirnya mengizinkan, meski dengan berat hati.
Kami lalu menikah. Yang luar biasa adalah kami mampu mengikis perbedaan itu dengan perhatian dan cinta untuk menyatukan dua keluarga besar itu menjadi akrab, guyup, dan rukun.
Saling mengasihi itu kunci hidup bahagia.
…
Mas Redjo
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

