“Mengingatkan dengan hati dan doa ikhlas. Karena hanya Tuhan yang mampu mengubah hati.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Apa yang harus kita lakukan, ketika anak mulai senang berbohong dan memberontak?
Kita, sebagai orangtua tentu sering mengalami hal itu. Semua itu tanda dan bukti, kita jadi orangtua. Tapi yang membuat berbeda itu adalah cara kita dalam menyikapinya.
Banyak dari kita, ketika dibohongi anak, hati ini jadi terluka dan sakit. Apalagi, jika anak berani melawan, memberontak pada kita. Harga diri dan kehormatan ini seperti diinjak. Bahkan akibat konflik itu ada anak yang diusir pergi oleh orangtuanya, dan dianggap anak durhaka. Mengapa harus terjadi? Pernahkah kita berbicara dari hati ke hati, apa yang dimaui anak dan mengapa ia memberontak?
Nasihat dan keteladanan yang baik dari orangtua itu penting. Teramat penting itu adalah kita membangun komunikasi yang baik dengan anak. Kita jadi orangtua dan sekaligus sahabat bagi anak!
Ketika anak ketahuan berbohong, apa yang harus dilakukan?
Bisa jadi, karena sejak kecil anak tidak dibiasakan untuk bersikap jujur. Bahwa berbohong itu dosa. Orang yang berbohong itu hatinya tidak tenang dan tersiksa. Alangkah bijak, jika kita memberi contohnya agar terekam baik dalam ingatan anak.
Ketimbang berbohong lebih baik anak diminta terus terang dan jujur. Ketimbang mencuri lebih baik itu meminta. Karena mencuri itu dosa dan melanggar salah satu hukum dari sepuluh Perintah Allah.
Bersikap jujur dalam segala hal itu membuat hati jadi damai dan tanpa beban. Sebaliknya berbohong atau berbuat curang membuat hati ini tidak tenang, was-was, khawatir, dan jauh dari bahagia.
Ketika anak sulit berubah jadi baik, kita jangan putus asa atau lelah mengingatkan anak dengan hati dan doa ikhlas.
Hindari konflik atau cekcok dengan anak, tapi kita tetap bersikap tegas dan sabar untuk memahami anak. Karena sering berkonflik, apalagi berlarut-larut itu membuat kita kehabisan energi, lelah sendiri, dan pikiran jadi kusut serta mudah emosi.
Mengalah pada anak tidak berarti kita kalah dan anak kian melunjak. Tapi dengan bersikap bersabar, kita memahaminya. Dengan doa ikhlas, kita mohon agar Tuhan berkenan menyentuh dan mengubah hati anak untuk sadar diri serta berubah jadi baik.
“Allah telah mengasihi kita agar kita mengasihi satu sama lain. Karena sesungguhnya, kasih yang terus menerus itu datang dari hati yang murni” (1 Petrus 1: 22).
…
Mas Redjo

