| Red-Joss.com | Membaca dan memaknai kaul yang dihidupi para biarawan-biarawati itu sungguh menggetarkan jiwaku untuk memaknai perjalanan hidup ini. Bahwa sesungguhnya ‘urip kuwi urup’.
Aku sungguh terinspirasi oleh kaul yang diucapkan dan dihidupi oleh mereka, yakni “kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan.” Jika ingin bahagia, aku pun harus menghidupi kaul-kaul itu dalam keseharian, dan tanpa kompromi.
Kaul kemiskinan, sesungguhnya kita tidak mempunyai apa-apa di dunia ini. Karena hidup adalah anugerah Allah agar kita sadar-sesadarnya untuk tidak sombong, tapi rendah hati.
Dengan miskinkan diri di hadapan Allah, sesungguhnya mengajar kita untuk jadi pribadi yang murah hati. Semangat peduli, berempati, dan berbagi pada sesama. Karena kita juga memperoleh semua itu secara cuma-cuma. Kita melepas tanpa merasa kehilangan, dan ikhlas hati.
Kaul kemurnian, sesungguhnya kita diajak untuk selalu menjaga hati ini agar tetap murni. Karena kita sadar, bahwa hati ini adalah takhta Allah.
Caranya, kita sungguh mengasihi dan mendulukan kepentingan Allah secara totalitas. Di atas segala-galanya yang di dunia ini, seperti orangtua, keluarga, dan nafsu duniawi. Hidup untuk mengabdi dan memuliakan Allah. Intinya, apa pun yang dilakukan hendaknya mampu mencerminkan wajah Allah yang berbelas kasih dan murah hati.
Kaul ketaatan, sesungguhnya kita diajak untuk taat setaatnya kepada kehendak Allah. Karena, apa pun yang terjadi dan dialami di dunia ini merupakan ketetapan-Nya.
Sebagai biarawan-biarawati, kita dituntut taat pada pimpinan, tanpa komentar dan membantah. Tapi menjalani semua itu dengan sadar dan rendah hati. Kita juga selalu siap sedia, jika dipindah-tugaskan untuk menjalani jalan perutusan di tempat baru.
Sebagai umat Allah, kita dituntut taat untuk saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Karena sejatinya kita semua adalah bersaudara dalam kasih-Nya.
Dengan menghidupi kaul-kaul itu, sesungguhnya kita dituntut untuk selalu bersyukur atas anugerah Tuhan, dan tanpa alasan. Kita taat dan setia pada kehendak-Nya.
“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
Berkah Dalem Gusti,
…
Mas Redjo

