“Siapa yang mencintai kebijaksanaan, mencintai kehidupan, dan siapa yang pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita.”
Beberapa tahun lalu, saat bom di sebuah Gereja di Surabaya, rombongan dari agama lain menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini dan bertanya, “Romo, kita mau buat apa?” Saya menjawab, “Kita semua mencintai kehidupan setiap manusia, mari kita tunjukkan keprihatinan kita, supaya kehidupan setiap manusia tidak diinjak-injak dan dirampas.” Kemudian, kami duduk melingkar untuk berbicara. Jadilah kelompok ‘melingkar’ lintas agama, suku dan profesi. Kita yang mencintai kehidupan selalu menjadi saudara dan keluarga.
Ketika Yohanes menyampaikan kepada Tuhan Yesus tentang seorang yang bukan pengikut mereka, tapi mengusir setan demi nama-Nya, Tuhan Yesus mengatakan, “Siapa yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Hal ini menunjukkan akan keterbukaan Tuhan kepada setiap orang yang berkendak baik.
Masyarakat kita membutuhkan keterbukaan seperti ini. Masih banyak orang yang tertutup, karena suku, agama dan ras serta golongan. Mari kita cari dan bertemu dengan orang-orang yang berkehendak baik dan mencintai kehidupan.
“Tuhan Yesus, Engkau tidak melarang orang yang berkehendak baik untuk turut serta menyerbarluaskan kasih-Mu. Semoga kami pun tidak menutup diri terhadap semua orang yang mau terlibat bersama kami mewartakan sukacita yang datang dari-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

