“Saat satu pintu tertutup, pintu lain akan dibukakan.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Mengambil keputusan dalam hidup ibarat membeli tiket satu kali jalan. Sekalipun dalam perjalanannya penuh dengan ketidakpastian, tapi kita tetap harus mempunyai tujuan.
Keterbatasan itu tidak untuk diratapi atau sebagai alasan, tapi dalam keterbatasan itu perlu perjuangan. Dalam hidup ini ada orang yang berjuang untuk mengejar kesuksesan, tapi ada juga yang harus berjuang untuk sekadar bertahan. Bertahan karena tak ada penghasilan, tak mempunyai teman, atau bertahan dari bully-an dan cacian.
Ketika hidup penuh dengan keterbatasan, jangan pernah menganggap diri sebagai korban. Jangan pula membandingkan diri dengan orang lain. Jadilah diri sendiri dan buat perubahan. Keterbatasan bukan untuk ditangisi dan diratapi, tapi keterbatasan itu akan membentuk dan memampukan kita untuk siap di segala kondisi.
Jangan takut bila minoritas, tetap tunjukan, bahwa kita punya kualitas dan pantas untuk berada di atas. Biarkan pula, bila kita dianggap halunisasi. Anggap hal itu sebagai angin lalu. Karena masa sulit akan selalu berlalu. Yang mentertawakan kita akan dibuat malu. Ingat bila hidup penuh tantangan dan kesulitan itu tanda kita istimewa. Istimewa karena tidak semua orang mendapat kesempatan itu. Kesempatan untuk menunjukkan dan membuktikan, bahwa selalu ada cahaya dalam kegelapan. Kita juga tidak boleh malu untuk belajar dan menerima bantuan. Karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan.
Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan dibukakan. Bahkan mungkin yang lebih indah dan tak pernah terbayang. Beranilah mengambil setiap kesempatan dan peluang. Meski tantangan menghadang tetaplah berjuang. Ingat, dalam tantangan ada kesempatan dan peluang untuk dimenangkan.
Jadilah pemenang!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

