| Red-Joss.com | Di saat hening dan sendiri, kutemukan diriku yang berubah. Diriku bertransformasi dimulai dari titik yang paling awal.
Aku tidak berani bermimpi, berandai-andai, dan berjanji ini-itu. Yang aku jalani adalah apa yang bisa dilewati dari matahari terbit hingga matahari terbenam.
Jika ada yang bertanya, “ada apa?” Jawaban yang aku berikan adalah “tidak ada apa-apa!” Ini soal proses saja.
Sejatinya, yang menggembirakan adalah penemuan diriku kembali. Dengan dimensi-dimensi yang baru. Lebih tenang dan tajam. Lebih bijak dan dalam. Lebih jernih dan terang dalam menghadapi setiap persoalan.
Penemuan diriku ini memberikan efek yang kuat pada perjalanan spiritualku. Seolah-olah aku dilebur di setiap kontemplasiku. Kemudian muncul kata-kata yang tidak bisa ditunda sebagai proses kreativitas dari jiwa, hati, dan pikiranku. Mungkin sedang dialami oleh diriku. Tapi bisa juga sedang digumuli oleh orang lain yang tersentuh oleh tulisan motivasi maupun inspirasi hidup yang saya syeringkan.
Sesungguhnya kita semua ini sama sebagai peziarah, tapi berbeda pada proses penemuan jatidirinya. Maaf, jika ada yang belum bisa menemukan dirinya. Bahkan, ada yang sedang menolak diri dan keadaannya.
Sesungguhnya, siapa pun yang menolak dirinya sendiri akan berhadapan dengan satu kata ini: penyesalan!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

