Luk 18: 9-14
“Orang sombong tidak hanya terlihat dari barang kepunyaan, gaya hidup, tapi terlebih kata-katanya sekalipun tidak memiliki yang disombongkan itu. Kesombongan selalu membuat dirimu terbang tinggi hingga menjatuhkanmu bagaikan burung patah sayap. Di saat itulah kesombongan akan menertawai dirimu sendiri.”
Apa yang harus disombongkan? Yesus menampilkan sosok si pemungut cukai agar jadi model dalam hidup, terutama di hadirat Allah dalam Injil hari ini: “Tapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (ayat 13).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Syukurilah akan semua yang Anda miliki termasuk dirimu;
2) Jangan pamer milik kepunyaanmu dengan nada-nada kesombongan yang akan fals pada suatu bidikan nada lain;
3) Hargailah orang lain, walaupun faktanya mereka lebih miskin bahkan lebih berdosa daripadamu.
Ingatlah, bahwa kesombongan hanya menerbangkanmu sesaat saja di ketinggian, tapi suatu waktu akan menjatuhkan dan meremukkan semua tulang-tulangmu. Saat itulah engkau akan sadar, bahwa hanya kerendahan hati yang membuat jiwamu menyinarkan kebaikan dan cinta kasih.
Monsignor RD Inno Ngutra

