| Red-Joss.com | Pagi hari, kita bangun tidur dan menerima hidup yang baru.
Kemudian, kita menerima berkat-berkat yang lain:
Satu: melihat anggota keluarga kita sehat semuanya. Puji Tuhan.
Dua: sekarang, kita mulai menikmati udara pagi yang segar.
Ketiga: kita datang ke Gereja dan merayakan ekaristi.
Keempat: di Gereja, kita mendengarkan Sabda Tuhan.
Yesus berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanku tidak akan pernah berlalu.”
Artinya, semakin kita taat untuk mendengarkan sabda Tuhan, maka hidup kita akan diteguhkan. Hidup kita selalu jadi ‘tanah yang baik’, supaya sabda Tuhan bisa tumbuh dengan subur dan berbuah. Semua itu mengarahkan hidup kita menjadi baik, benar, dan suci.
Jika kita memiliki sikap seperti ini, maka kita akan selalu siap menerima Tuhan dalam kehidupan kita.
Hal-hal ini bisa kita lihat:
Pertama: kita siap dengan rencana-rencana kita, Tuhan juga siap dengan rencana-Nya.
Kedua: kita siap untuk pergi ke sini dan ke sana sesuai dengan rencana kita, Tuhan juga menyiapkan tempat yang menjadi tujuan terakhir dari kita semuanya.
Ketiga: kita siap dengan waktu yang kita miliki. 24 jam kita bisa mengisi waktu dengan baik, Tuhan juga siap dengan waktu yang dimiliki untuk kita. Ketika waktu kita dan waktunya Tuhan bertemu, maka menjadi “indah pada waktunya.”
Itulah sebabnya, hendaknya kita mengisi waktu dengan kehadiran Tuhan. Jangan pernah kehilangan Tuhan dalam hidup. Jangan menjadi ‘anak yang hilang’. Tetap taat kepada Tuhan dan setia mendengarkan sabda-Nya.
Para sahabat yang baik…
Saya suka sekali dengan ungkapan ini, “Three things you cannot recover in life: The word after it’s said, the moment after it’s missed and the time after it’s gone.” Tepat sekali, apa yang kita katakan, peristiwa yang kita lewati, dan waktu yang kita alami harus benar-benar memiliki arti.
Kita semua sadar, waktu kita sudah diatur oleh Tuhan. Di saat kita menyadari ini, maka satu-satunya jalan adalah mengikuti jalan Tuhan. Pada saat itu kita sungguh mengandalkan Tuhan. Sebab, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Terimalah kehadiran Tuhan dan Dia yang akan menuntun kita.
Pada akhirnya, Yesus berkata, “Mengenai hari atau jamnya tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Bapa, malaikat di surga pun, dan Putra pun tidak.”
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

