“Ketakutan itu datang dari si jahat. Orang yang setia kepada Tuhan mendatangkan berkat.” -Mas Redjo
…
Ketika khawatir, was-was, dan takut … itu menunjukkan kita kurang percaya diri dan lemah iman. Tapi orang yang percaya, mengimani, dan mengandalkan Tuhan, tidak dikecewakan-Nya.
“Berserah ikhlas dan bertekun doa agar Tuhan memberi kita yang terbaik,” tegas saya meyakinkan Ibu IS untuk tidak berhenti berharap dan mengandalkan Tuhan.
Ibu IS tidak setuju, ketika anak gadisnya yang semata wayang itu hendak dinikahi pacarnya yang berasal dari keluarga kurang harmonis. Orangtua dari calon menantunya itu bercerai. Ia takut, jika anaknya mengalami nasib sama. Pernikahan kandas di tengah jalan dan anaknya disia-siakan.
Menenangkan, sekali lagi saya berusaha untuk menenangkan hati Ibu IS atau siapa saja, ketika menghadapi persoalan yang pelik. Tidak mengedepankan emosi, tapi berbicara dari hati ke hati untuk mencari solusi dan demi kebaikan bersama
Dengan berserah dalam doa untuk mempercayakan semua itu pada Tuhan, karena rencana dan waktu-Nya pasti yang terbaik.
Jika calon menantu Ibu IS seiman, berbeda dengan calon menantu Bapak CA yang beda agama, dan ingin menikah secara dispensasi.
Saya urun saran agar Bapak CA mau mengajak anak gadisnya itu berkonsultasi dengan Romo. Tidak mengganggap sepele dan remeh, meskipun putrinya yang menjalani. Orang yang dimabuk asmara itu cenderung hanya melihat hal yang indah dan baik, sehingga lengah, mudah khilaf, dan berbuat salah. Menyesal kemudian juga percuma dan tiada guna.
Alangkah bijak, jika kita sebagai orangtua juga tidak memaksakan kehendak dan asal melarang anak. Tapi kita membuka hati anak untuk melihat dan berpikir jernih serta menimbang semua itu secara bijaksana. Karena anak yang akan menjalaninya.
Ketimbang was-was dan takut dengan bayangan sendiri, lebih bijak kita percayakan dan andalkan Tuhan, karena kesetiaan itu mendatangkan berkat-Nya..
…
Mas Redjo

