“Every obstacle is an opportunity.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Banyak orang mengejar yang namanya rezeki. Banyak orang rela kerja keras setiap hari demi gaji. Pergi pagi pulang pagi hanya demi mengumpulkan pundi-pundi uang.
Andaikan … Andaikan saya diberi kesempatan yang lebih besar, pasti hidup jauh lebih mapan. Andaikan saya punya modal, pasti usaha maju. Andaikan saya kaya dan pintar, pasti jadi seperti sultan.
Berandai-andai itu tidak dilarang, tapi kita jangan sampai lupa untuk meluangkan waktu memantaskan diri. Kesempatan itu tidak ada guna, jika kita tak mempunyai kapasitas untuk memaksimalkan talenta dan ketrampilan.
Rezeki itu ibarat hujan, nyata, jelas, dan berlimpah. Berhentilah fokus untuk mengejar hujan, tapi fokus untuk memperbesar tempat penampungan. Seberapa banyak rezeki, bergantung tempatnya. Semakin luas penampungan rasa syukur, usaha, doa, tulus berbagi, maka rezeki pun melimpah.
Mungkin akhir-akhir ini, masa pandemi musim kemarau sedang kita alami. Kering tidak ada air. Bahkan banyak di antara kita yang mengeluh. Bermula dari keluhan lalu menjadi kekecewaan, dan berujung kemarahan. Nyinyir dan segala macam hujatan kita lontarkan. Padahal jika kita mau berpikir jernih, musim kemarau ini bisa kita manfaatkan untuk mengambil hikmahnya.
Kita dapat memperbesar tempat penampungan, memperbesar rasa syukur, iman, dan memperbesar sikap berbagi. Karena tidak lama lagi hujan pasti datang. Suatu saat nanti, tidak lama lagi rezeki itu pasti datang seperti hujan yang sangat berlimpah. Kita bersiap-siap untuk menampung, mensyukurinya, dan membagikannya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

