| Red-Joss.com | Pembaharuan terjadi, ketika kita bisa belajar dari dua sisi: kesedihan dan kesenangan.
Semuanya bisa terjadi. Bahkan, kita jadi kaget, karena ini benar-benar terjadi. Memang, tidak semua yang kita ketahui itu bisa kita kendalikan.
Mungkin, kita bisa memprediksi. Itu bagus, tapi, ketika sesuatu terjadi, hasilnya bisa berbeda.
Mungkin, kita bisa mempersiapkannya. Itu bijak sekali, tapi, ketika peristiwanya terjadi, bisa meleset. Beruntungnya, dari dua sisi itu kita bisa belajar.
Pertama: dari kesedihan kita bisa belajar tentang kegagalan, rasa sakit, kehilangan, peringatan yang keras, dan tentang pemberontakan. Lihat itu! Jiwa kita memberontak, gelisah, dan marah. Bersyukurnya, kita masih bisa mengolahnya. Bahkan, kita bisa menciptakan dan menemukan kata-kata yang bijak. Kata-kata yang bisa memotivasi diri sendiri. Kita bisa menenangkan dan menghibur diri sendiri. Akhirnya, kita bisa menolong diri kita untuk bangkit dan tidak mau mengulang kegagalan lagi. Itulah cara kita belajar.
Kedua: dari kesenangan kita bisa belajar tentang kesuksesan. Tentang pujian, kemenangan, perjuangan, prestasi, dan tentang perayaan. Lihat itu! Jiwa kita ikut senang. Pada saat itu, yang merasakan kegembiraan tidak hanya kita, tapi juga yang lain dengan memberikan apresiasi, semangat dan dukungan yang semakin menyenangkan. Akhirnya, kita mau meraih prestasi demi prestasi. Dengan semangat kita mempersiapkannya lebih baik, unggul, dan berkualitas. Itulah cara kita belajar.
Sesungguhnya, apa saja bisa terjadi. Ada banyak tandanya. Tapi bisa dikelompokkan dalam dua pengalaman besar ini: kesedihan dan kesenangan.
Dari kedua sisi itu, kita belajar. Bahkan, yang paling bernilai adalah hidup kita sungguh diperbaharui. Ada ruang untuk belajar tentang kesedihan dan kesenangan agar kita bisa melewatinya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

