“Kasih setia Tuhan yang mempersatukan, memelihara, dan memampukan kita untuk setia, baik dalam panggilan perkawinan maupun selibat, demi Kerajaan Surga.”
Allah Bapa memanggil umat-Nya dari perbudakan menuju tanah yang dijanjikan. Ia berperang bagi mereka, mengalahkan musuh, dan mengaruniakan negeri yang penuh kelimpahan.
Pemazmur mengingatkan kami: “kasih setia-Nya kekal selamanya.”
Yesus mengajarkan tentang kesatuan suci perkawinan. Bukan sekadar aturan, melainkan kembali pada rencana awal-Nya: pria dan wanita yang dipersatukan jadi satu daging, hati, dan satu panggilan.
Di tengah dunia yang sering menganggap kesetiaan sebagai beban, Allsh memanggil kami untuk melihatnya sebagai berkat, saluran kasih Ilahi-Nya mengalir ke dunia.
Kami juga diingatkan, bahwa tidak semua dipanggil menikah; ada yang memilih hidup selibat demi Kerajaan Surga. Apa pun panggilannya, Allah adalah sumber kekuatan agar kami setia. Sebab setia itu bukan hasil kekuatan kami, melainkan rahmat-Nya yang bekerja di hati yang terbuka.
Bapa, jadikan hidup kami, baik dalam perkawinan atau selibat itu sebagai pujian bagi kasih setia-Mu yang tak berkesudahan. Ketika tantangan datang, ingatkan kami bahwa Engkau tetap menyertai, memimpin, dan memelihara, seperti Engkau setia kepada umat-Mu sepanjang zaman.
Kasih setia-Mu kekal selamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

