Injil menampilkan Yesus yang memandang penderitaan itu sebagai kesempatan untuk memberikan kesaksian iman. Penderitaan jadi sarana untuk menunjukkan, bahwa Kristus itu hidup. Dengan demikian, sebagai orang beriman, kita jadi kuat menghadapi berbagai macam kesulitan dan tantangan, karena kita selalu berpegang pada kebenaran Kristus.
Penderitaan dan kesulitan hidup itu selalu datang dalam hidup kita. Sebagai orang beriman, kita tidak perlu lari dari penderitaan, atau menyalahkan orang lain. Tapi untuk menghadapi semua itu dengan tenang.
Allah menganugerahi kita dengan akal budi, hati nurani, dan berbagai kemampuan. Penderitaan hidup itu membuat kita makin yakin akan kebaikan Tuhan dan pertolongan-Nya yang selalu datang tepat waktu. Semua tantangan dan pencobaan yang kita alami dalam perjalanan hidup ini membuat mental pribadi kita tidak mudah mengeluh, tapi jadi tangguh dan kuat.
“Ya Bapa, tuntun dan bimbinglah kami agar kami mampu menghadapi segala pencobaan dan tantangan dalam hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

