Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia sungguh
merindukan
kesejahteraan dan
kebahagiaan sejati.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Apa yang senantiasa Dirindukan oleh Warga Negara
Manusia selaku warga suatu negara! Siapa, kapan, dan di mana pun berdomisili, suatu yang senantiasa sungguh dirindukannya ialah hal kesejahteraan dan kebahagiaan hidup mereka.
Karena itu, bukankah berbagai pergolakan hidup di belahan bumi mana pun yang selalu menghantui hidup kita, justru karena ketiadaan sejahteraan serta kebahagiaan hidup, bukan?
Bahkan seekor semut, jika Anda menginjaknya, maka ia akan berbalik dan menggigit tumit Anda, bukan?
Demikian pula dengan ungkapan menantang dalam budaya kita, “Harimau lapar jangan diganggu.” Ungkapan ini mendeskripsikan, bahwa semua makhluk hidup itu sangat membutuhkan kesejahteraan dan kebahagiaan.
Konsep serupa ini juga berlaku di dalam hidup bernegara dan berbangsa.
Dialog tentang suatu Pemerintahan
Seorang murid bertanya kepada Kong Hu Cu, Gurunya, “Apa saja unsur-unsur mendasar dan baik di dalam sebuah pemerintahan?”
“Makanan yang cukup, senjata yang memadai, dan mendapat kepercayaan dari rakyatnya,” jawab sang Guru.
“Tapi seandainya Guru harus memilih untuk melepaskan salah satu dari ketiga unsur itu, yang mana yang akan Guru lepaskan?”
“Senjata,” jawab Guru itu.
Murid itu masih terus mendesak, “Seandainya Guru harus memilih lagi salah satu di antara keduanya, mana yang akan dilepaskan?”
Kong Hu Cu menjawab, “Makanan. Mengapa? Bukankah sejak zaman dulu, kematian sudah merupakan sebuah keharusan bagi manusia? Tapi rakyat yang tidak mempercayai lagi pemerintah akan membawa kehancuran.”
(Christopher Notes)
1500 Cerita Bermakna
Gagasan Inti dari Dialog
Berbicara tentang institusi sebuah pemerintahan negara, berarti kita berbicara tentang sebuah kedaulatan dan legitimasi atau validitas sebuah pemerintahan dari rakyatnya.
Inti gagasan dari dialog antara Guru dan murid itu, bahwa murid ingin mendapatkan informasi yang benar dari sang Guru kebijaksanaan tentang unsur-unsur ideal dari sebuah pemerintahan.
Sedangkan dari pihak Guru, ia memberikan informasi yang benar berupa syarat-syarat ideal dari sebuah pemerintahan.
Dari balik dialog ini, kita mendapatkan pengetahuan yang benar tentang pentingnya ‘ketiga unsur utama’ yang mutlak ada di dalam sebuah pemerintahan.
Ketiga unsur itu ialah :
(1) Kecukupan bahan makanan berupa kecukupan pangan. Inilah pentingnya bidang perekonomian demi menopang kesejahteraan rakyat.
(2) Kecukupan senjata adalah simbol kekuatan dan kesiagaan sebuah negara demi berperang untuk membela kedaulatan wilayah dan kenyamanan rakyatnya.
(3) Kecukupan untuk mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari rakyatnya. Bahwa inilah sebuah pemerintahan yang sah dan legitimatif.
Di dalam dialog ini, Guru itu akhirnya berpendapat, bahwa di atas segalanya, sebuah pemerintahan yang sah justru pertama-tama perlu mendapatkan sebuah kepercayaan dari rakyatnya.
Hal ini justru mau mengungkapkan, bahwa sejatinya sebuah institusi negara justru diperintah oleh rakyatnya. Itulah esensi dasar dari sistem berdemokrasi.
Konklusi
Keselamatan rakyat harus jadi hukum tertinggi (salus populi suprema lex).
Suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi, vox dei).
…
Kediri, 28 Maret 2025

