Ada anjing jantan berwarna putih dan bertubuh besar di Pastoran. Dia anjing kesayangan Pastor Paroki. Suaranya keras dan sering membuat orang-orang yang baru datang ke Pastoran jadi takut.
Di Pastoran juga ada jago berwarna putih. Ia bersuara nyaring sekali, ketika berkokok dan dengan gagah mengangkat kedua kepaknya.
Kelihatannya anjing dan jago itu mempunyai kesombongan masing-masing. Mereka bisa saling mengancam. Misalnya ketika ayam jantan itu berkokok, anjing langsung menggonggong. Sepertinya anjing itu ingin menegaskan, bahwa dia lebih berkuasa, sedangkan ayam tidak mempunyai pengaruh. Ketika anjing itu melintas dekat kandang aluminium tempat ayam berada, jago itu meloncat dan nekat untuk menerkam. Ia tidak ingin teritorinya terganggu.
Tetapi setiap kali ada makanan terbaik di meja pastoran, misalnya roti dari bakery terkenal, ditaruh dalam satu piring dan diberikan kepada keduanya, mereka makan bersama dalam suasana tenang dan damai. Mereka berbagi makanan spesial itu. Mereka saling menunggu dan memberikan kesempatan. Setelah roti itu habis dimakan, kedua binatang itu kembali ke tempatnya dan mengikuti irama hidunya masing-masing.
Bagi kita orang-orang beriman, Yesus Kristus adalah karunia Bapa satu-satunya yang istimewa, dan membuat kita semua mau serta tunduk mengikuti-Nya. Ia adalah Guru kerendahan hati yang utama. Meskipun kita bisa jadi sombong dan bertengkar satu sama lain, tapi begitu Yesus Kristus dijadikan rujukan kita untuk hidup dan bersikap, mau tidak mau kita mengalah. Kita harus memutuskan untuk mengikuti jalan-Nya atau sebaliknya menolak Dia.
Yesus dipersembahkan di Bait Suci adalah salah satu cara kerendahan hati-Nya, sama seperti ketika Ia turun ke Sungai Yordan dan minta untuk dibaptis. Surat kepada Orang Ibrani mengatakan, bahwa Yesus Kristus rela jadi sama dan jadi bagian dengan kita manusia, anak-anak yang dipercayakan Bapa kepada-Nya, supaya melalui kematian-Nya, Ia membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut. Ia masuk ke dalam Bait Suci sebagai cara untuk menarik semua orang kepada iman kepada Tuhan dan memenangkan jiwa-jiwanya.
Salah satu contoh kemenangan bagi kita manusia ialah seperti yang dialami oleh Simeon dan Hana, yang mewakili setiap laki-laki dan perempuan di dalam dunia ini. Yesus diutus Bapa untuk memenangkan laki-laki dan perempuan dari beban perhambaan yang menyiksa hidup. Mereka melihat keselamatan datang menghampiri dan mereka menyambutnya dengan penuh sukacita. Keselamatan itu kemenangan kita. Hidup dalam kerendahan hati adalah jalan pasti untuk sebuah kemenangan.
“Ya, Yesus, semoga pesta hari ini memenuhi kami dengan kasih karunia-Mu dan membebaskan kami dari beban-beban penyiksaan sebagai akibat dari kelemahan dan kesalahan kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

