Red-Joss.com – Ketika di sela-sela latihan koor ada teman yang bertanya:
“Apa sih artinya, Kerajaan Surga sudah dekat?”
Ribet juga menjawabnya. Saya tidak menjelaskan dengan teori, tapi memakai contoh yang nyata, seperti yang pernah diceritakan oleh temanku :
“Aku selalu teringat jaman krisis tahun 1998, nganggur sampe 5 tahun akibat ada pengurangan tenaga kerja di kantor. Lalu ada tawaran jadi guru swasta, yayasan keluarga kecil, sehingga pemasukan juga kecil. Gajian pertama tidak ada seperlima dari gaji yang dulu. Tapi istriku bilang, ‘Ya, Alhamdullilah to pak, kalau tidak bekerja, siapa mau ngasih uang sègini?’ Duh Gusti, jembar tenan atine bojoku. Nyess dihati ini. Apakah itu yang disebut kerajaan surga ya mas? Rasa tenteram di hati. Aku tambah semangat kerja.”
Istri yang mudah berucap Alhamdullilah atau Puji Syukur seperti itu, tak pelak dipakai oleh Allah untuk menghadirkan surga bagi suaminya. Surga tidak jauh, tapi sangat dekat, di hatinya dan diucapannya yang penuh penerimaan diri itu.
Ucapan atau kata-kata yang membuat suaminya merasa nyes, merasa damai, dan mengucapkan “jembar temen atine bojoku” hanya ke luar dari hati yang tulus, yang di dalamnya berisi suara-suara surga.
Berkat-berkat Allah adakala turun deras seperti hujan. Terkadang menetes seperti gerimis. Besar atau kecil berkat itu, tetaplah tengadah untuk mengucap syukur kepada Allah. Jika itu terjadi, sesungguhnya Kerajaan Surga sudah ada di hati.
Tetaplah mengalir seperti air untuk berbagi kesejukan bagi sesama.
…
Jlitheng

