“Saat mata tertuju pada Kerajaan Allah, hati kita belajar bertahan dalam karya yang telah Ia mulai.”
Sabda Allah memperlihatkan kepada kami sebuah penglihatan yang agung. Daniel melihat kerajaan-kerajaan dunia muncul dan tenggelam seperti ombak yang gelisah. Namun di atas semuanya itu, “Yang Lanjut Usia-Nya” tetap bersemayam, mulia dan kekal. Kepada ‘Anak Manusia’, Ia memberikan kuasa dan Kerajaan yang tidak akan musnah selamanya. Inilah Kerajaan yang sejati. Inilah Kerajaan yang Ia undang untuk kami cari.
Dalam Injil, Yesus kembali mengajar kami membaca ‘tanda-tanda zaman’. Sebagaimana pohon ara mengumumkan musim panas melalui daun-daun mudanya, demikian pula pergerakan sejarah, bahkan goncangan dunia menyatakan kebenaran yang lebih dalam: ‘Kerajaan-Nya makin mendekat’. Bukan untuk menakuti kami, melainkan untuk meneguhkan kami pada yang kekal.
Yesus mengingatkan kami agar tidak gelisah tentang kapan atau sibuk menebak-nebak peristiwa akhir zaman. Sebaliknya, kami dipanggil untuk mengenal Kerajaan itu sekarang: merindukannya, mengusahakannya, dan bekerja sama dengan pertumbuhannya di hati kami. Sebab segala yang duniawi akan lenyap: budaya, pencapaian, kenyamanan, bahkan alam semesta. Tapi sabda-Nya, janji dan kerahiman-Nya tidak akan pernah berlalu.
Bapa, kami sering tergoda menginginkan Kerajaan itu datang sepenuhnya dalam hidup kami sekarang juga. Seolah setelah itu tidak ada lagi perjuangan. Ketika perkembangan rohani terasa lambat, doa terasa kering, dunia membingungkan, dan hati kami mudah tawar. Tapi hari ini Engkau meneguhkan:
“Berdirilah tegak. Angkatlah kepalamu. Pembebasanmu sudah dekat.”
Dalam kerahiman-Mu, ingatkan kami bahwa setiap tanda itu bukan ancaman, melainkan pengharapan: Yesus yang dinanti-nanti sedang datang, dan kedatangan-Nya membawa pemulihan, ketertiban, dan kepenuhan hidup.
Seperti Kidung Daniel, seluruh ciptaan memuji Engkau: langit, angin, api, matahari, bintang-bintang. Bahkan di tengah gejolak, ciptaan tetap berbisik: Kerajaan-Mu sedang bertunas.
Bapa, curahkanlah rahmat agar kami makin bersemangat menuntaskan karya Ilahi-Mu
dalam keluarga kami, komunitas, m karakter, dan dalam kasih kami.
Biarlah setiap beban, sekecil apa pun itu jadi pintu masuk Kerajaan-Mu. Setiap pencobaan jadi benih yang berbuah bagi sesama. Setiap hari jadi persembahan kepercayaan dan kesetiaan kami.
“Segala sesuatu akan lewat,” kata Santa Teresa, “Allah sajalah yang tinggal tetap.”
Dengan keyakinan itu kami melangkah setia, penuh syukur, dan tekun, sehingga kepenuhan waktu-Mu tiba.
Datanglah, ya Tuhan Yesus. Amin.
“Yesus, tumbuhkan Kerajaan-Mu dalam diriku—hari ini, dan tuntun daku setia sampai kesudahannya.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

