“Hari ini adalah kesempatan. Bertobatlah sekarang, dan biarkan Tuhan mengubah akhir ceritamu.”
Allah berbicara dengan sangat jelas: Masa depan kami ditentukan oleh apakah kami bertobat atau mengeraskan hati.
Jika orang Fasik berbalik dari dosanya, Allah tidak mengingat satu pun kesalahannya. Jika orang benar berpaling dari-Nya, kebaikannya itu tidak menyelamatkannya. Sungguh, betapa seriusnya pertobatan itu!
Pertobatan itu bukan sekadar rasa bersalah. Pertobatan itu adalah tindakan kasih. Ia membuka pintu keselamatan dan mengaktifkan rahmat Salib Kristus dalam hidup kami. Ia mengubah arah kekekalan.
Pemazmur berkata: “Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.” Tidak ada jurang yang lebih dalam dari belas kasih-Nya.
Dalam Injil, Yesus menuntut lebih dalam lagi. Ia membawa hukum masuk ke hati; akar pembunuhan adalah amarah; akar penghinaan adalah kesombongan; dan akar perpecahan adalah hati yang menolak merendah.
Ia berkata sesuatu yang radikal: Jika engkau hendak mempersembahkan korban di Altar, dan teringat ada yang belum beres dengan saudaramu, pergilah dahulu. Berdamailah.
Sebelum Altar ke rekonsiliasi, ibadah ke pemulihan relasi, dan sebelum berkorban ke pertobatan.
Inilah roh Prapaskah. Bukan sekadar pantang dan puasa, melainkan hati yang dibersihkan.
Hari ini mungkin Roh Kudus sedang menunjuk seseorang di hatimu yang perlu kamu ampuni. Atau seseorang yang perlu kamu dekati dengan kerendahan hati. Jangan ditunda. Karena pertobatan yang ditunda sering berubah jadi hati yang mengeras.
Ya, Bapa, beri kami keberanian untuk mengambil langkah pertama.
Hancurkan kesombongan kami dengan kelembutan-Mu. Ajari kami melihat orang lain dengan mata Kristus.
Ya, Tuhan Yesus, jadikan kami penyembah yang berdamai, bukan hanya religius, melainkan benar dalam kasih.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

