“Saat dunia memilih ketakutan, Yesus memilih kasih. Saat manusia terpecah, salib-Nya mempersatukan kita.”
Allah yang Maharahim, kami melihat bagaimana hati manusia bisa berubah, bahkan saat mukjizat terjadi. Setelah Engkau membangkitkan Lazarus, banyak yang percaya kepada Yesus, tapi ada juga yang memilih ketakutan. Para pemimpin agama lebih memilih mempertahankan kuasa daripada menerima kebenaran. Mereka memilih perpecahan daripada persatuan.
Bapa, kami sering seperti itu. Kami memilih yang terasa aman daripada yang benar. Kami kadang menolak jalan Yesus, karena itu menantang kenyamanan kami.
Di tengah ketakutan dan keputusan manusia yang keliru, rencana-Mu tetap terjadi. Melalui kata-kata Kayafas, Engkau menyatakan kebenaran yang lebih dalam. Yesus akan mati, bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi untukmengumpulkan semua anak-Mu jadi satu. Yang tampak sebagai kehancuran itu
justru menjadi pintu kerahiman-Mu.
Tuhan Yesus, Engkau adalah Gembala yang mengumpulkan domba tercerai-berai. Seperti nubuat Yehezkiel, Engkau menjadikan kami satu umat. Di dunia yang terpecah, dalam keluarga yang terluka, dan hati yang rapuh, Engkau adalah sumber kesatuan dan damai kami.
Bapa, kuatkan kami melalui Ekaristi, di mana kami jadi satu Tubuh dalam Kristus. Sembuhkan perpecahan kami. Ajar kami memilih kasih daripada takut, berserah daripada memegang kendali, dan memilih percaya daripada khawatir.
Yesus, kami percaya pada-Mu. Satukan kami dalam kerahiman-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

