“Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Yunus 4: 2b).
Allah kita adalah Allah yang Maha Kasih dan Maha Pengampun. Allah yang begitu sabar terhadap kita. Tidak peduli sebanyak atau sebesar apa pun dosa kita, Tuhan tetap mau mengampuni kita, asalkan kita mau datang kepada-Nya dengan hati penuh penyesalan dan kita pun mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Kita sungguh bersyukur, karena Gereja Katolik memiliki Sakramen Tobat, sehingga kita dapat mencurahkan semua dosa lewat Imam dan memperoleh pengampunan untuk segala dosa kita.
Di tahun Yubileum ini, Gereja Katolik sebagai saluran rahmat kasih kerahiman Tuhan membuka Pintu-pintu Sucinya (Porta Sancta) agar umat Allah beroleh pengampunan dan berkat khusus dari Tuhan.
Tuhan menghendaki agar kita datang kepada-Nya. Tuhan telah menyediakan sarana-sarana untuk memudahkan kita datang kepada-Nya.
Sudahkah kita menanggapi kasih Tuhan ini dengan melakukan tindakan tobat dan penyesalan? Sudahkah kita melepaskan dendam dan sakit hati kita, mengampuni dengan sepenuh hati seperti Tuhan mengampuni kita?
Sr. M. Rosalind, P. Karm
Rabu, 08 Oktober 2025
Yun 4: 1-11 Mzm 86: 3-6.9-10 Luk 11: 1-4
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

