Kekaguman, bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami Allah, salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yang paling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah Allah Mahakuasa memiliki makna, bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiap orang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman dan ketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunan dosa itu tidak mempunyai makna apa-apa.
Nabi Micah mengungkapkan imannya dengan rasa kagum yang mendalam, bahwa tidak ada Allah lain yang dapat mengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskan kesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalam tubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah mempunyai cerita tentang pengalaman Israel masa lampau, yakni pembebasan dari perbudakan Mesir dan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesus membuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan Bapa yang penuh belas kasih kerahimannya.
Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkan solusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatan dosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikir ini berpandangan, bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulang pantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yang sama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat menganggap, bahwa orang yang berdosa itu sudah sangat kotor, dan mereka tidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Semua ini berbanding terbalik dengan perbuatan Tuhan. Ia Maha ahim. Ia justru bergaul dan menyatu dengan mereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadi sebagai ketidakadilan.
Sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagai perbuatan tidak adil. Rapi suatu perbuatan belas kasih, dan kerahiman pada dasarnya membawa orang berdosa dekat kepada kita serta membantunya untuk bertobat, melalui pengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhan bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yang beriman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antara kita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa Prapaakah ini, Anda dapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yang sedang menghilang, baik secara fisik maupun secara rohani.
“Tuhan yang Mahakuasa, buatlah kami sadar dan rindu, bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalah tujuan utama hidup kami. Amin. “
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

