“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya jadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20: 28).
Pandangan tentang kualitas seorang pemimpin dalam duniawi itu berbeda dengan pandangan seorang Kristiani. Kisah Ibu Yakobus dan Yohanes yang mencari tempat istimewa bagi putera-puteranya, menggambarkan pandangan dunia pada umumnya yang menekankan kekuasaan, kehormatan, dan sebagainya. Namun, Yesus menyadarkan kita sebagai orang Kristiani, bahwa untuk jadi seorang pemimpin yang sejati itu harus jadi pelayan bagi sesamanya. Yesus juga memberi teladan dengan melayani dan bahkan memberikan nyawanya untuk tebusan banyak orang. Yesus tidak memperhitungkan kedudukan dan kekuasaan-Nya sebagai milik yang harus dipertahankan, tapi merendahkan diri-Nya sedemikian rupa untuk melayani umat yang dikasihi-Nya. Bagi Yesus, panggilan kita sebagai orang Kristiani bukan untuk mencari kemuliaan duniawi, melainkan berani berkorban demi Kerajaan Allah.
Teladan Santo Yakobus yang kita rayakan hari ini mengajak kita untuk menyadari, bahwa kerasulan hakiki adalah kesediaan berkorban, rendah hati, dan senantiasa mengikuti Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
…
Fr. Guido C., CSE
Jumat, 25 Juli 2025
2 Kor 4: 7-15 Mzm 126: 1-6 Mat 20: 20-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

