Oleh : Romo Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Pernahkah kita membaca pesan ini, yang bicara tentang kepekaan? Yesus berkata ,” Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”
(Matius 11:17). Jika kita tidak peka, maka kita menjadi pasif.
Hidup bersama dengan orang lain itu harus peka. Kepekaan itu sangat penting, karena dengan kepekaan itu kita mudah beradaptasi dengan baik. Kita cepat mengetahui situasi yang terjadi.
Jika tidak peka, kita jadi egois. Kita hanya berpikir untuk diri sendiri. Hidup jadi membosankan dan tidak bervariasi.
Sebaliknya, kepekaan kita memberikan warna dalam komunikasi dengan orang lain. Kepekaan kita akan menghasilkan komunikasi yang mudah dimengerti, dan berjalan dengan baik.
Jadilah seorang komunikator yang baik dengan mengasah kepekaan itu terus-menerus. Mata, telinga, mulut, pikiran, dan hati itu harus peka. Artinya, bisa mengirimkan ‘pesan’ untuk hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dengan siapa kita bicara dan apa yang bicarakan. Jangan sampai dikatakan orang itu, bahwa kita tidak mengerti. Atau yang sering terjadi, seseorang bertanya, tapi merasa pertanyaan itu tidak penting, kita ‘telmi’, dan seterusnya.
Semoga kita miliki pribadi yang peka dan peduli, sehingga kita dapat berkomunikasi dengan lancar, sebagai komunikator yang baik.
Romo Petrus Santoso SCJ

