“Setiap kali bezok orang sakit, saya menemukan hidupku yang hilang itu.” -Mas Redjo
Ternyata, disadari atau tidak, kita sering abai dan tidak peduli dengan tubuh sendiri. Akibat kurang peduli dan perhatian pada tubuh ini, kita mudah terserang sakit.
Abai dan bersikap masa bodoh itu yang saya simak dari cerita mereka yang saya kunjungi. Pengalaman itu menyadarkan saya untuk tidak menyepelekan alarm tubuh. Karena lebih baik kita mencegah sakit dari pada mengobati. Sebab biaya dan tenaga yang diperlukan untuk mengobati itu lebih besar.
Dari mereka yang sakit itu, saya juga belajar untuk mengendalikan pola makan hidup sehat dan rutin berolahraga agar tubuh ini selalu fit dan sehat.
Peduli, perhatian, dan memotivasi yang sakit itu jadi asupan bergizi, selain disiplin minum obat mengikuti anjuran dokter agar cepat sembuh.
Tergolek sakit di ranjang itu tidak enak dan menyiksa, kendatipun biaya pengobatan itu dibayari. Jika tidak ingin jatuh sakit, ya, kita harus jaga dan kendalikan diri untuk ikuti pola hidup sehat.
Selain memberi penghiburan pada si sakit, mengajak doa bersama adalah obat penyembuh sakit yang paling cespleng.
Berdoa bersama itu meneguhkan jiwa si sakit. Sekaligus menyemai harapan besar dan sikap optimis agar kesembuhan itu segera terwujud, dan jadi nyata.
Sejatinya, hati yang gembira adalah obat yang manjur, tapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17: 22).
Tetap semangat dan kelola hidup sehat. Jadilah kuat!
Mas Redjo

