“Berani berdamai dengan diri sendiri itu anugerah Tuhan agar kita menjalani hidup ini dengan rendah hati dan ikhlas.” -Mas Redjo
Berusaha untuk meminimali konflik dengan siapa saja itu yang tengah saya coba jalani. Caranya dengan mengendalikan diri sendiri, karena sadar diri, manusia itu mempunyai kehendak bebas dan tidak bisa dipaksa untuk menuruti kemauan orang lain.
Berdamai dengan diri sendiri itu adalah kunci untuk mengalah dan memahami orang lain. Tanpa harus berkonflik, tapi pengendalian diri itu yang utama agar kita jadi pribadi yang sabar, tabah, dan rendah hati.
Bagi saya, orang yang berkonflik itu menunjuklan kelemahan sendiri, mengumbar aib, dan permalukan diri ini.
Berbeda dengan pengendalikan diri.
Kita meminimali atau tepatnya tidak mau berkonflik, karena tidak ada manfaat dan untungnya. Sebaliknya konflik itu menjauhkan hubungan persaudaraan. Lebih bijak, jika kita mencari titik temu untuk mufakat demi kebaikan bersama.
Begitu pula, jika orang itu keukeh pada pendirian dan merasa benar. Kita mengalah dan meminta maaf itu tidak berarti kalah dan salah. Tapi, karena kita menghargai dan menghormatinya.
Mengalah untuk memahami orang lain itu juga tidak menunjukkan kita lemah, sebaliknya dengan berbesar hati itu kita jadi kuat dan bersikap dewasa.
Orang yang bersalah itu tidak harus dijauhi atau ditinggalkan. Tapi tetap dirangkul untuk diingatkan dengan hati, dibina, dan didoakan.
Pribadi ikhlas itu mengasihi dan murah hati.
Mas Redjo

