| Red-Joss.com | Lagu “Kemesraan” ini jangan cepat berlalu membuat hati saya selalu merindu, rindu dengan keluarga. Kemesraan yang harus dihidupi di setiap hati anggota keluarga agar kemesraan itu tidak pergi dan berlalu. Tapi bermukim di hati.
Caranya sederhana, yaitu dengan membangun kemesraan antar anggota keluarga.
Saya sungguh beruntung, karena kemesraan itu telah kami (saya dan istri) bina sejak berpacaran. Ketika beberapa anak lahir, kebersamaan itu terus kami hidupi, ibaratnya kami tengah membangun kemesraan dalam keluarga. Supaya harmonis dan bahagia.
Selalu menyempatkan diri dan waktu untuk keluarga. Dimulai dengan hal-hal sederhana untuk bersama-sama, baik saat
berdoa, makan, beribadah, hingga nonton film atau pertunjukan di mall.
Dalam membangun kebersamaan itu kami juga saling mengingatkan satu dengan yang lain untuk tidak dipisahkan, karena main hp sendiri. Kami juga bersikap terbuka, ngobrol apa saja, dan fun. Sehingga hubungan kami pun makin dekat dan akrab.
“Selalu mendulukan kebersamaan keluarga” adalah moto kami untuk mementingkan acara keluarga, ketimbang urusan pribadi yang bisa ditunda atau dijadwal ulang. Misalnya, ada seorang anak yang janjian hendak nonton dengan pacar. Tapi waktunya bertepatan dengan salah seorang anggota keluarga yang ulang tahun. Jika mau, pacarnya itu diajak bergabung atau acaranya sendiri ditunda.
Ketika anak-anak beranjak dewasa, lalu berumah tangga dan berjauhan rumah, ikatan batin antar anggota keluarga itu tetap menyatukan dan mengikat erat.
Sesungguhnya, merajut hubungan dan kebersamaan dengan ikatan kasih antar anggota keluarga itu adalah anugerah, karena berasal dari Allah.
Membangun kebersamaan dalam keluarga untuk saling menghargai, menghormati, dan bahagia
“… dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” (3 Efesus 5: 21)
…
Mas Redjo

