“Kemerdekaan sejati adalah hidup merdeka dari dosa dan ketakutan, agar kita dapat memberi kepada Tuhan yang jadi milik-Nya, seluruh hati dan hidup kita.”
Di tengah sukacita kemerdekaan bangsa kami, Allah Bapa mengingatkan, bahwa kemerdekaan sejati itu bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan bebas untuk hidup benar, setia, dan memuliakan-Nya.
Hari ini kami mendengar Yesus berkata: “Berilah kepada Kaisar yang jadi hak Kaisar, dan kepada Tuhan yang jadi hak Tuhan.”
Engkau mengajar kami menempatkan segala hal pada tempatnya, menghormati pemimpin, menaati hukum, dan mengusahakan kebaikan bersama, tanpa melupakan, bahwa seluruh hidup ini adalah milik-Mu.
Melalui hikmat-Mu, kami belajar, bahwa kekuasaan dan pemerintahan yang adil berasal dari-Mu, dan para pemimpin dipanggil untuk menegakkan kebenaran serta menolak kelaliman.
Ajari kami jadi warga negara yang bijak, yang menghormati otoritas tanpa menuhankannya, yang mengabdi pada bangsa tanpa mengabaikan panggilan Surga.
Bapa, tuntun kami agar merdeka dari kesombongan, iri hati, dan kebencian. Bebaskan kami dari sikap merasa paling benar, dan mampukan kami hidup sebagai putra-putri-Mu yang memelihara kasih setia dan keadilan. Biarlah terang Kristus terpancar dalam tutur kata, pekerjaan, dan pelayanan kami, sehingga kemerdekaan yang Engkau anugerahkan jadi berkat bagi banyak orang.
Demi Yesus Kristus, Sang Pembebas sejati, kami berdoa. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

