“Bahkan dalam pengkhianatan dan penyangkalan, kasih-Mu tidak berkurang. Engkau tetap setia saat kami tidak setia.”
Bapa Maharahim,
Di Pekan Suci ini, kami melihat diri ini dalam Yudas dan Petrus. Kami melihat, bagaimana kami bisa menjauh dan jatuh, serta sering menukar Engkau dengan kenyamanan, penerimaan, atau keinginan sendiri. Tapi kasih-Mu pada kami tidak berkurang sedikit pun.
Tuhan Yesus, di ruang perjamuan itu, hati-Mu gelisah, tapi Engkau tetap memberi diri-Mu. Engkau sudah tahu pengkhianatan dan penyangkalan yang akan terjadi, tapi Engkau tetap memilih salib. Ajar kami percaya seperti Engkau, bahwa di balik kegelapan, Bapa sedang mengerjakan kemuliaan.
Sejak awal Engkau telah memanggil dan membentuk kami jadi terang. Tapi sering kami merasa usaha itu sia-sia. Engkau juga mengingatkan kami, bahwa upah kami ada pada-Mu. Hidup kami tersembunyi dalam Engkau, seperti anak panah yang dipersiapkan dalam keheningan.
Ampuni kami, ya, Tuhan, saat kami menjual Engkau, karena takut, mencari aman dan nyaman, kami memilih jalan sendiri. Ampuni kami juga, ketika kami sebagai umat-Mu tidak berdiri bersama-Mu.
Sembunyikan kami dalam luka-luka-Mu. Kuatkan kami untuk berjalan di Jalan Salib ini, bukan dengan kekuatan kami, melainkan dalam penyerahan. Bahkan saat kami jatuh, beri kami rahmat untuk kembali.
Yesus, kami percayakan diri kami pada-Mu. Amin.
Bapa, tuntun kami melalui kemenangan tersembunyi Salib PutraMu,
dan jadikan hidup kami terang bagi dunia
meski tanpa banyak kata.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

