| Red-Joss.com | Benarkah percaya diri yang otentik itu penting?
Sangat penting! Sebab mereka yang memiliki kepercayaan diri yang otentik itu akan mampu teguh dalam menyuarakan kebaikan.
Fakta memperlihatkan, bahwa banyak orang dewasa tidak berkembang rasa percaya dirinya dengan sewajarnya: memimpin doa makan saja rikuh, doa umat spontan tidak bisa, diminta ikut koor juga merasa tidak berbakat, diajak temu lingkungan alasannya sibuk, membaca Kitab Suci apalagi, doanya … ya Tuhan, aku tak pantas, bersabdalah saja.
Mengapa? Selagi masih anak kurang diperkenalkan dan diajak dalam berdoa keluarga.
Keluarga adalah sekolah cinta. Kurikulumnya adalah kepekaan rasa, ketajaman berpikir dan keutamaan watak. Kepada keluarga Tuhan menitipkan anak-anak untuk jadi utusan zaman, demi kebaikan sesama dan dunia.
Agar dapat menjadi utusan zaman itu membutuhkan kesanggupan untuk teguh dalam menyuarakan kebaikan.
Teguh dalam menyuarakan kebaikan adalah karakteristik dari individu yang berani dan berdedikasi. Menyuarakan kebaikan berarti berdiri teguh untuk nilai-nilai positif, bahkan ketika itu mungkin tidak populer atau berisiko.
Sikap ini mencakup berbagai tindakan, seperti membela orang yang tak bisa membela diri, menyuarakan pendapat tentang keadilan, atau berkontribusi pada kebaikan masyarakat. Orang yang teguh dalam menyuarakan kebaikan sering dihormati, karena mereka menunjukkan keberanian dan integritas.
Namun, penting untuk menyuarakan kebaikan dengan cara yang konstruktif dan tidak memaksa. Alih-alih memaksa orang lain untuk menerima pandangan kita, cobalah untuk menginspirasi mereka melalui tindakan dan kata-kata positif. Beri contoh yang baik dan tunjukkan, bagaimana nilai-nilai positif dapat membawa manfaat bagi semua orang.
Ketika kita teguh dalam menyuarakan kebaikan, orang akan melihat kita sebagai sosok yang peduli dan inspiratif, yang pada akhirnya membuat mereka menyukai kita dan ingin mengikuti jejak kita.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

